Minggu, 19 Oktober 2014

SEJARAH INTERNET

1.SEJARAH INTERNET

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun1969, melalui proyek ARPAyang disebutARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardwaredan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
B.SEJARAH INTERNET DUNIA
Sejarah Internet dimulai pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor mulai melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas. Selanjutnya, beberapa program penelitian mulai dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan-jaringan yang berbeda secara fisik. Salah satu solusi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching. Pada teknik packet switching, data atau file berukuran besar yang akan dikirim melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi paket kecil-kecil agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal. Peneliti utama dalam pengembangan packet switching ini adalah Donald Davies (NPL), Paul Baran (RAND Corporation), Leonard Kleinrock dan kawan-kawan (MIT) dan UCLA Research Programs.

         Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.

        Selain jaringan untuk penelitian seperti ARPANET dan X.25, para hobbiis komputer juga mengembangkan teknik jaringan sendiri yang kemudian cukup populer, yaitu UUCP. Masalah terbesar pada teknik ini adalah bagaimana supaya berbagai jenis peralatan jaringan, seperti telepon, radio, kabel LAN yang secara fisik sangat berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain. Keberagaman media fisik jaringan mendorong pengembangan tatacara komunikasi (protokol komunikasi) yang mampu melakukan internetworking, sehingga banyak jaringan kecil dapat saling tersambung menjadi satu menjadi jaringan komputer maha besar.

          Kumpulan tata cara komunikasi atau protokol Internet memungkinkan jaringan komputer dibangun menggunakan saluran fisik yang berbeda. Dalam bahasa yang sederhana, komputer yang terhubung menggunakan telepon, dapat berkomunikasi dengan komputer yang tersambung ke jaringan LAN maupun jaringan radio. Hal ini mendorong terjadinya inter-network (antar jaringan) secara global yang kemudian hari kita kenal sebagai “Internet”.

        Selain protokol Internet, hal lain yang tidak kalah penting dalam perkembangan Internet adalah metode pengalamatan di Internet. Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di University of Southern California (USC) adalah orang yang sangat berjasa di balik berbagai alokasi alamat IP Internet, manajemen Domain Name System (DNS), tipe media, dan berbagai alokasi nomor untuk tata cara komunikasi penting di Internet. Hingga wafatnya pada tanggal 16 Oktober 1998, Jon Postel mengelola Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Pada tanggal 21 Juli 1998, Jon Postel memperoleh Silver Medal dari International Telecommunications Union (ITU) atas jasa-jasanya membangun Internet di dunia. Saat ini, IANA dioperasikan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

Komersialisasi dan privatisasi Internet mulai terjadi pada tahun 1980-an di Amerika Serikat dengan di ijinkannya Internet Service Provider (ISP) untuk beroperasi. Internet mulai booming pada tahun 1990-an. dan menjadi kunci pemicu perubahan dalam budaya dan dunia usaha. Internet menawarkan pola komunikasi cepat menggunakan e-mail, diskusi bebas di forum, dan Web.

LIMA PRINSIP DASAR AKUNTANSI

Berikut lima prinsip dasar akuntansi yang dapat dijadikan pedoman bagi pengusaha dalam pembuatan laporan keuangan, agar laporan keuangan disusun berdasarkan prosedur da prinsip akuntansi.
Prinsip dasar akuntansi mendasari akuntansi dan seluruh laporan keuangan. Prinsip akuntansi dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, postutat akuntansi, dan konsep teoritis akuntansi, serta sebagai dasar pengembangan teknik atau prosedur akuntansi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan.
Ada lima prinsip dasar akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi. Yakni:
1. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle) 
GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan dilaporkan berdasarkan harga akuisi. Hal ini seringkali disebut prinsip biaya historis. Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva. utang, modal, dan biaya. 
Yang dimaksud dengan-harga perolehan adalah harga pertukaran yang disetuiui oleh kedua belah pihak vang tersangkut dalam transaksi. Harga perolehan ini harus terjadi dalam transaksi di antara kedua belah pihak yang bebas. Harga pertukaran ini dapat terjadi pada seluruh transaksi dengan pihak ekstern, baik yang menyangkut aktiva, utang, modal atau transaksi lainnya. Biaya memiliki keunggulan yang penting dibandingkan penilaian yang lainnya, yaitu dapat diandalkan.
2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle) 
Prinsip Pengakuan Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besamya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.
Istilah pendapatan dalam prinsip ini merupakan istilah yang luas, di mana di dalam pendapatan termasuk pendapatan sewa, laba penjualan aktiva dan lain-lain. Batasan umum yang biasanya digunakan adalah semua perubahan dalam jumlah bersih aktiva selain yang berasal dari pernilik perusahaan.
Biasanya pendapatan diakui pada saat terjadinya penjualan barang atau jasa. Yaitu saat ada kepastian mengenai besarnya pendapatan yang diukur dengan aktiva yang diterima. Tetapi ketentuan umum ini tidak selalu dapat diterapkan, sehingga timbul beberapa ketentuan lain untuk mengakui pendapatan. Pengecualian-pengecualian itu adalah pengakuan pendapatan saat produksi selesai, selama masa produksi dan pada saat kas diterima. 
3. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle) 
Yang dimaksud prinsip mempertemukan biaya adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut Prinsip ini berguna untuk menentukan besamya penghasilan bersih setiap periode. Karena biaya itu harus dipertemukan dengan pendapatannya, maka pembebanan biaya sangat tergantung pada saat pengakuan pendapatan. Apabila pengakuan suatu pendapatan ditunda, maka pembebanan biayanya juga akan ditunda sampai saat diakuinya pendapatan.
Penerapan prinsip ini. juga menghadapi beberapa kesulitan. Misalnya, dalam hal biaya-biaya yang tidak mempunyai hubungan yang jelas dengan pendapatan, maka sulit untuk mempertemukan biaya dengan pendapatannya. Contoh, biaya administrasi dan umum tidak dapat dihubungkan dengan pendapatan perusahaan. Kesulitan seperti ini diatasi dengan membebankan biaya-biaya tersebut ke periode terjadinya.
Biasanya biaya-biaya seperti itu disebut period costs. Sebabnya, biaya produksi seperti biaya baban baku, upah langsung dan biaya produksi tidak langsung, mempunyai hubungan yang jelas dengan pendapatan, sehingga dapat dengan mudah dipertemukan.
Kesulitan yang lain seperti dalam hal biaya yang mempunvai manfaat untuk beberapa periode. Biaya-biaya seperti ini ditunda pembebanannya karena mernpunyai fungsi menimbulkan pendapatan. Masalahnya adalah alokasi setiap periodenya. Dasar alokasi yang digunakan dalam metode-metode depresiasi dan amortisasi hampir semuanya berdasarkan taksiran-taksiran yang tidak jelas hubungannya dengan pendapatan.
Salah satu akibat dari prinsip ini adalah digunakannya dasar waktu (accrual basis) dalam pembebanan biaya. Dalam prakteknya digunakan jurnal-jurnal penyesuaian setiap akhir periode untuk mempertemukan biaya dengan pendapatan.
4. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Agar laporan keuangan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Sehingga bila terdapat perbedaan antara suatu pos dalam dua periode, dapat segera diketahui bahwa perbedaan itu bukan selisih akibat penggunaan metode yang berbeda.
Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai. Tetapi jika ada penggantian metode, maka akibat (selisih) yang cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakuan terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.
5. Prisip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle) 
Yang dimaksud dengan prinsip pengungkapan lengkap adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Karena infomasi yang disajikan itu merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi dalam satu periode dan juga saldo-saldo dari rekening-rekening tertentu, tidaklah mungkin untuk memasukkan semua informasi-informasi yang ke dalam laporan keuangan.
Biasanya keterangan tambahan atas informasi dalam laporan keuangan dibuat dalam bentuk:
• Catatan kaki/footnote.
• Dalam laporan keuangan, biasanya dituliskan dalam kurung di bawah elemen yang bersangkutan, atau dengan memakai rekening-rekening tertentu.
• Berbagai lampiran.
Keterangan tambahan dengan menggunakan catatan kaki biasanya karena tidak diinginkan untuk mengganggu laporan keuangan yang dibuat. Catatan kaki ini digunakan untuk menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
• Prinsip akuntansi yang digunakan.
• Perubahan-perubahan, seperti perubahan dalam prinsip akuntansi, taksiran-taksiran, kesatuan usaha, dan juga kalau ada koreksi-koreksi kesalahan. Catatan kaki ini juga menunjukkan perlakuan terhadap perubahan-perubahan tersebut, apakah dengan cara kumulatif, retroaktif, dan lain-lain.
• Adanya kemungkinan timbulnya rugi atau laba bersyarat.
• Informasi tentang modal perusahaan, seperti jumlah lembar saham dan lain-lain.
• Kontrak-kontrak pembelian, kontrak-kontrak penting lainnya, adanya option atau warrant untuk saham dan lain-lain. Keterangan tambahan yang dibuat sebagai lampiran laporan keuangan biasanya digunakan untuk menunjukkan perhitungan-perhitungan detail yang mendukung suatu jumlah tertentu, atau menunjukkan informasi-informasi keuangan berdasarkan indeks harga (price level adjustment).
Berdasarkan dari penjelasan tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa prinsip akuntansi dapat dijadikan pedoman bagi pengusaha dalam pembuatan laporan keuangan. Hal ini untuk menjadikan laporan keuangan yang dihasilkan atas dasar prosedur akuntansi dan disesuaikan dengan peraturan dari prinsip akuntansi yang ada. 


AKUNTANSI


dasar-dasar akuntansiUntuk memulai pembuatan laporan keuangan akuntansi, tentunya hal tersebut akan sia-sia jika kita tidak memplajari dasar-dasar akuntansi terlebih dahulu. Pada dasarnya akuntansi adalah suatu seni pencatatan. Dikatakan seni karena akuntansi memiliki konsep yang unik dari segi pencatatan jurnal sampai dengan pembuatan laporan keuangan akuntansi.
Dasar-dasar akuntansi dibutuhkan untuk kita memahami akuntansi secara mendalam. Adapun dasar-dasar akuntansi yang perlu kita fahami antara lain:
Konsep debet dan kredit. Dalam dasar-dasar akuntansi, konsep debet dan kredit merupakan pondasi dalam proses penjurnalan suatu transaksi. Perlu pemahaman dalam konsep ini, di mana letak posisi debet adalah di sebelah kanan dan berada pada urutan baris pertama sedangkan posisi kredit berada pada sisi sebelah kanan dan pada baris setelah baris debet.
Untuk dasar-dasar akuntansi debet kredit ini saya akan coba ilustrasikan. Misalnya anda membayar ongkos taksi sebesar Rp 50.000,- adapun transaksi debet kreditnya adalah:
Nama Akun Debit Credit

BiayaTransportasi 50.000 -

Kas - 50.000
Coba perhatikan posisi debet dan kredit, keduanya mempunyai tugas masing-masing, debet di sebelah kiri dan kredit di sebelah kanan. Jika anda bertanya mengapa debet di sebelah kiri dan kredit sebelah kanan? Saya jawab, itulah dasar-dasar akuntansi yang harus anda fahami. Jika misalnya dipaksakan bahwa posisi debet di sebelah kanan, maka posisi kredit akan otomatis pindah pada sisi sebelah kiri. Karena konsep akuntansi adalah pencatatan berpasangan atau berganda, di mana antara debet dan kredit selalu berlawanan atau berpasangan, kiri dan kanan. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat postingan saya mengenai debet dan kredit.
Dasar-dasar akuntansi selanjutnya adalah posting jurnal ke buku besar atau ledger. Setelah anda memahami konsep debet dan kredit, selanjutnya anda harus memindahkan pasangan jurnal di atas pada buku besar yang terkait. Proses ini bertujuan untuk mengklasifikasi masing-masing jurnal, jika kita merujuk pada contoh di atas ada dua akun yang harus anda posting, akun yang pertama Biaya transportasi dan akun yang ke dua adalah akun kas yang masing-masing akun memiliki buku besar. Untuk lebih jelasnya silahkan pelajari mengenai buku besar.
Dasar-dasar akuntansi selanjutnya adalah membuat neraca percobaan. Dasar-dasar akuntansi ini adalah proses untuk pembuatan laporan keuangan. Neraca percobaan adalah kumpulan dari buku besar yang ada pada akuntansi. Dengan kata lain, setelah semua jurnal di posting ke buku besar dan anda sudah mendapatkan total saldo akhir pada buku besar, maka kemudian anda harus memindahkan masing-masing saldo akhir buku besar tersebut kepada neraca percobaan.
Pada proses ini anda harus memindahkan semua saldo buku besar dengan benar, apabila ada kesalahan dalam proses pemindahannya maka hasil dari neraca percobaan akan mengalami ketidakseimbangan atau tidak balance pada total debet dan kreditnya. Ingat dari proses penjurnalan yang sudah dijelaskan tadi, semua transaksi harus berpasangan, kiri dan kanan, debet dan kredit. Begitu juga dengan neraca percobaan total antara debet dan kredit harus seimbang.
Dasar-dasar akuntansi yang terakhir adalah pembuatan laporan keungan. Proses ini adalah output dari seluruh tahapan dasar-dasar akuntansi. Laporan keuangan adalah ringkasan aktifitas perusahaan atau entitas bisnis yang dituangkan dalam bentuk mata uang tertentu.
Adapun laporan keuangan akuntansi memiliki beberapa unsure laporan antara lain:
Neraca (balance sheet)
Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan atau asset sampai dengan periode tertentu. Misalnya posisi kas perusahaan pada waktu tertentu, kemudian apa saja aktiva tetap yang dimiliki perusahaan, lalu berapa jumlah uang yang ada direkening bank, jumlah piutang dan hutang perusahaan dan lainnya yang mencerminkan kekayaan perusahaan.
Laporan laba rugi (profit and lost report)
Laporan laba rugi mencerminkan perhitungan atas keuntungan perusahaan ataupun kerugian perusahaan. Pada laporan tersebut terdiri dari jumlah pendapatan penjualan barang maupun jasa dan jumlah biaya yang dibebankan pada periode tertentu. Juga pada laporan laba rugi terdapat laporan harga pokok produksi yang biasanya memiliki porsi tersendiri pada laporan tersebut.
Laporan perubahan modal  (owners equity), berisi informasi mengenai penambahan dan pengurangan jumlah total investasi pemilik modal pada perusahaan. Didalamnya juga terdapat total akumulasi laba atau rugi perusahaan.
Laporan arus kas (cahs flow), yang merupakan laporan aktivitas pengeluaran dan penerimaan kas pada operasi maupun investasi perusahaan. Segala yang berhubungan keluar-masuknya kas tertuang dalam laporan arus kas.
Demikian pengenalan dasar-dasar akuntansi, semoga tulisan ini menambah wawasan bagi anda mengenai akuntansi. Dan semoga bermanfaat.

AKUNTANSI


dasar-dasar akuntansiUntuk memulai pembuatan laporan keuangan akuntansi, tentunya hal tersebut akan sia-sia jika kita tidak memplajari dasar-dasar akuntansi terlebih dahulu. Pada dasarnya akuntansi adalah suatu seni pencatatan. Dikatakan seni karena akuntansi memiliki konsep yang unik dari segi pencatatan jurnal sampai dengan pembuatan laporan keuangan akuntansi.
Dasar-dasar akuntansi dibutuhkan untuk kita memahami akuntansi secara mendalam. Adapun dasar-dasar akuntansi yang perlu kita fahami antara lain:
Konsep debet dan kredit. Dalam dasar-dasar akuntansi, konsep debet dan kredit merupakan pondasi dalam proses penjurnalan suatu transaksi. Perlu pemahaman dalam konsep ini, di mana letak posisi debet adalah di sebelah kanan dan berada pada urutan baris pertama sedangkan posisi kredit berada pada sisi sebelah kanan dan pada baris setelah baris debet.
Untuk dasar-dasar akuntansi debet kredit ini saya akan coba ilustrasikan. Misalnya anda membayar ongkos taksi sebesar Rp 50.000,- adapun transaksi debet kreditnya adalah:
Nama Akun Debit Credit

BiayaTransportasi 50.000 -

Kas - 50.000
Coba perhatikan posisi debet dan kredit, keduanya mempunyai tugas masing-masing, debet di sebelah kiri dan kredit di sebelah kanan. Jika anda bertanya mengapa debet di sebelah kiri dan kredit sebelah kanan? Saya jawab, itulah dasar-dasar akuntansi yang harus anda fahami. Jika misalnya dipaksakan bahwa posisi debet di sebelah kanan, maka posisi kredit akan otomatis pindah pada sisi sebelah kiri. Karena konsep akuntansi adalah pencatatan berpasangan atau berganda, di mana antara debet dan kredit selalu berlawanan atau berpasangan, kiri dan kanan. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat postingan saya mengenai debet dan kredit.
Dasar-dasar akuntansi selanjutnya adalah posting jurnal ke buku besar atau ledger. Setelah anda memahami konsep debet dan kredit, selanjutnya anda harus memindahkan pasangan jurnal di atas pada buku besar yang terkait. Proses ini bertujuan untuk mengklasifikasi masing-masing jurnal, jika kita merujuk pada contoh di atas ada dua akun yang harus anda posting, akun yang pertama Biaya transportasi dan akun yang ke dua adalah akun kas yang masing-masing akun memiliki buku besar. Untuk lebih jelasnya silahkan pelajari mengenai buku besar.
Dasar-dasar akuntansi selanjutnya adalah membuat neraca percobaan. Dasar-dasar akuntansi ini adalah proses untuk pembuatan laporan keuangan. Neraca percobaan adalah kumpulan dari buku besar yang ada pada akuntansi. Dengan kata lain, setelah semua jurnal di posting ke buku besar dan anda sudah mendapatkan total saldo akhir pada buku besar, maka kemudian anda harus memindahkan masing-masing saldo akhir buku besar tersebut kepada neraca percobaan.
Pada proses ini anda harus memindahkan semua saldo buku besar dengan benar, apabila ada kesalahan dalam proses pemindahannya maka hasil dari neraca percobaan akan mengalami ketidakseimbangan atau tidak balance pada total debet dan kreditnya. Ingat dari proses penjurnalan yang sudah dijelaskan tadi, semua transaksi harus berpasangan, kiri dan kanan, debet dan kredit. Begitu juga dengan neraca percobaan total antara debet dan kredit harus seimbang.
Dasar-dasar akuntansi yang terakhir adalah pembuatan laporan keungan. Proses ini adalah output dari seluruh tahapan dasar-dasar akuntansi. Laporan keuangan adalah ringkasan aktifitas perusahaan atau entitas bisnis yang dituangkan dalam bentuk mata uang tertentu.
Adapun laporan keuangan akuntansi memiliki beberapa unsure laporan antara lain:
Neraca (balance sheet)
Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan atau asset sampai dengan periode tertentu. Misalnya posisi kas perusahaan pada waktu tertentu, kemudian apa saja aktiva tetap yang dimiliki perusahaan, lalu berapa jumlah uang yang ada direkening bank, jumlah piutang dan hutang perusahaan dan lainnya yang mencerminkan kekayaan perusahaan.
Laporan laba rugi (profit and lost report)
Laporan laba rugi mencerminkan perhitungan atas keuntungan perusahaan ataupun kerugian perusahaan. Pada laporan tersebut terdiri dari jumlah pendapatan penjualan barang maupun jasa dan jumlah biaya yang dibebankan pada periode tertentu. Juga pada laporan laba rugi terdapat laporan harga pokok produksi yang biasanya memiliki porsi tersendiri pada laporan tersebut.
Laporan perubahan modal  (owners equity), berisi informasi mengenai penambahan dan pengurangan jumlah total investasi pemilik modal pada perusahaan. Didalamnya juga terdapat total akumulasi laba atau rugi perusahaan.
Laporan arus kas (cahs flow), yang merupakan laporan aktivitas pengeluaran dan penerimaan kas pada operasi maupun investasi perusahaan. Segala yang berhubungan keluar-masuknya kas tertuang dalam laporan arus kas.
Demikian pengenalan dasar-dasar akuntansi, semoga tulisan ini menambah wawasan bagi anda mengenai akuntansi. Dan semoga bermanfaat.